Apa kabar, Wacana Pelabuhan International Bekasi ?

SEPERTI dikabarkan sebelumnya, dengan modal geografis yang cukup strategis yakni memiliki pantai dan laut di sisi utara, Pemerintah Bekasi berencana untuk membangun pelabuhan skala international sebagai perluasan dari Pelabuhan Priok yang dinilai sudah overload.
Keinginan untuk membangun pelabuhan internasional di sisi Utara Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai mengemuka sejak pertengahan tahun lalu. Dengan didasarkan pada upaya menambah pendapatan asli daerah (PAD), seirirng program Otonomi Daerah di kabupaten itu, berbagai potensi yang ada dipacu untuk dikembangkan, temasuk potensi dibangunnya pelabuhan skala besar di sisi utara Bekasi, tepatnya di Pantai Hurip, Kecamatan Babelan (Bekasi).
Selain pertimbangan PAD, posisi geografis dan kedalaman laut sisi utara Bekasi juga menjadi daya tarik untuk dikembangkan sebagai pelabuhan skala international, sebagai bentu perluasan dari pelabuhan Priok yang dinilai sudah padat.
Soal hinterland, yang ditopang dengan Kawasan Industri di daerah Bekasi dan Karawang juga menjadi pertimbangan, betapa pembangunan international Bekasi layak untuk dibangun.
Masyarakat Babelan Bekasi, pun menyambut gembira dengan kabar akan dibangunnya pelabuhan daerahnya. Setidaknya masyarakat Bebalan akan menikmati terbukanya lapangan kerja baru baik dari kawasan pelabuhan itu sendiri maupun dari bertumbuhnya kawasan industri sebagai hinterland  pelabuhan.
“Kalau memang akhirnya di Bekasi Utara akan dibuat International Port , tentu saja hal tersebut merupakan kabar yg cukup menggembirakan bagi masyarakat Bekasi dan dunia industri, Khususnya untuk kawasan Industri Bekasi dan Karawang serta ke arah Cikampek,” kata Sukri, seorang tokoh masyarakat Bebelan Bekasi yang ditemui reporter Indonesia Shipping Time,beberapa waktu lalu.
Menurut dia, pembangunan Pelabuhan International Bekasi mendesak untuk disetujui, mengingat Pelabuhan Tanjung Priok Port itu sudah cukup Over Load. “Buktinya beberapa waktu lalu, ada beberapa pengusaha di area Kawasan Industri Karawang-Bekasi meminta Pemerintah (Bekasi), untuk membuat Pelabuhan Baru sebagai alternatif dari Pelabuhan Tanjun Priok,” kata Sukri.
Jika nanti Pelabuhan Bekasi itu didirikan di area Babelan, Kata Sukri, bukan tidak mungkin Industri- Industri baru akan bermunculan di kawasan Gabus, Tambelang dan sekitarnya. ”Jadi Hinterland  Pelabuhan International Bekasi akan berkembang terus, tiudak saja dari Kawasan industri Bekasi dan Cikarang, seperti yang telah ada selama ini,” katanya.
Maka tak heran juga, kalau kemudian pemerintah kabupaten Bekasi bersikeras, untuk mengajukan pembangunan Pelabuhan di daerahnya.
Seperti ditegaskan Kepala Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Distarkim) Pemerintah Kabupaten Bekasi, Porkas Pardamaian H, di Cikarang, pada (10 Juni 2009) lalu. Dia mengatakan, pihaknya telah memutuskan untuk membangun pelabuhan skala international di pantai Hurip Babelan Bekasi denganluas antara 2000 hingga 3000 hektare.
“Saat ini, secara bertahap kita akan menyelesaikan sejumlah persyaratan untuk pembangunan pelabuhan international Bekasi. Terutama masalah kelayakan pelabuhan tersebut, serta ada beberapa kajian lanjutan yang dilaksanakan untuk mendukung kelayakan adanya pelabuhan internasional di Kabupaten Bekasi,” kata Porkas.
Bahkan, kata Porkas, sebelumnya, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bekasi  juga sudah melakukan ekspose rencana pembangunan Pelabuhan International Bekasi.
“Hingga kini, pihaknya telah memenuhi sejumlah persyaratan administrasi seperti syarat teknis, penetapan induk pelabuhan, hasil survei pelabuhan, kajian keselamatan pelayaran, sarana bantu navigasi keselamatan alur pelayaran dan kolam pelabuhan,”ujarnya.
Menurut Porkas, pelabuhan internasional Bekasi akan memiliki kedalaman laut 21 meter, dan memiliki kegunaan selain untuk pelabuhan internasional, kami berencana menjadikan wilayah tersebut sebagai lahan bisnis cargo.
“Selain itu Pemkab Bekasi juga telah memenuhi syarat utama untuk membangun sebuah pelabuhan umum sesuai Peraturan Pemerintah 61/2009 tentang Kepelabuhanan. Diantaranya, studi kelayakan adanya pelabuhan internasional, sehingga dapat diketahui nantinya sejauh mana fungsi pelabuhan  itu,”ujarnya.
Soal keselamatan pelayaran, kata Porkas juga menjadi focus perhatian dari rencana pembangunan Pelabuhan International Bekasi. “Tentunya Pembangunan Pelabuhan International Bekasi harus memperhatikan kaidah-kaidah kelestarian lingkungan sekitar pelabuhan,” tuturnya.
Rencananya, kata Porkas, berdasarkan kesepakatan dengan pihak swasta, kata Porkas, pelabuhan tersebut akan dikelola oleh pihak swasta selama 30 tahun sebelum diserahkan kepada pemerintah Bekasi.

Priok Mendukung
Terkait rencana pembangunan Pelabuhan International Bekasi, penah disinggung oleh Direktur Utama PT (Persero) Pelabuhan Indonesia II, Richard Jose Lino. Menurut dia, Pelabuhan Priok untuk 25 tahun kedepan sudah tidak bisa menampung kegiatan usaha. “Karena itu harus disiapkan pembangunan alternatif dari Pelabuhan Tanjung Priok, misalnya di Kabuapaten Bekasi,” ujar Lino dalam press conference, pada acara 10 tahun IAPH (International Association of Port And Harbors), di Bandung, beberapa waktu lalu.
Menurut Lino, Bekasi cocok untuk dibangun Pelabuhan skala International sebagai perluasan dari Pelabuhan Tanjung Priok yang sudah mulai over load.”Tetapi Pembangunan Pelabuhan International Bekasi harus mampu berproduksi untuk 100 tahun. Jangan bangun pelabuhan untuk produksi jangka pendek seperti Pelabuhan Tanjung Priok yang beberapa tahun kedepan sudah tidak bisa berproduksi lagi kalau tidak segera dilakukan perluasan ke arah utara (Reklamasi),” kata Lino.
Dikatakan Lino, sisi Utara Bekasi layak untuk dijadikan Pelabuhan Skala International, karena daerah itu dekat dengan hinterland seperti Kawasan Industri Bekasi dan Cikarang. “Seperti diketahui 70 % arus barang itu datangnya dari sisi Timur Jakarta/Tanjung Priok, yakni dari kawasan industri Bekasi dan Cikarang yang dikenal dengan kawasan Industri Jababeka,”Ujarnya.
Untuk itu, lanjut Lino tugas semua pihak terkait, termasuk Pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan selaku regulator untuk segera mengkaji kelayakan pembangunan Pelabuhan International Bekasi. “Sebab membangun pelabuhan, apalagi skala international itu tidak cukup hanya dengan waktu 3 atau 5 tahun. Sehigga tahapan pembangunan Pelabuhan International Bekasi harus sesegera mungkin dilakukan saat ini,”ujarnya.
Menurut Lino, pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian Perhubungan jangan melihat dari satu sisi, apalagi ada kepentingan ego sektoral. “Jangan karena yang mengusulkan Pembangunan Pelabuhan International itu pemerintah setingkat Kabupaten (Bekasi), tetapi harus dilihat untuk kepentingan nasional jangka panjang 30 hingga 100 tahun yang akan datang,” ungkap Lino.