Pelabuhan Tanjung Emas Semarang Serius Mengatasi Banjir Rob

luffing crane 1

Selama bertahun-tahun banjir rob menjadi persoalan bagi para pengguna jasa di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Karena itu, mulai tahun 2011 manajemen Pelindo 3 melakukan upaya untuk mengatasi banjir tersebut. Upaya tersebut adalah dengan  melakukan peninggian Lapangan Penumpukan Samudera seluas 1,54 Ha, peninggian Dermaga Samudera seluas 1,4 Ha, dan membuat sistem polder.

Upaya ini merupakan tahap II dari modernisasi pelabuhan di lingkungan Pelindo III.
Sedangkan pada tahap III (2012-2014), manajemen Pelindo 3 melakukan Peninggian Dermaga Nusantara eks PLTU seluas 1,15 Ha dan lapangan penumpukan Pelabuhan Dalam 2 Ha. Selain itu, melakukan penambahan dermaga Pelabuhan Dalam seluas 1,05 Ha dan melanjutkan pembangunan sistem polder.

Dengan upaya tersebut diharapkan kapal dan kendaraan yang masuk dan keluar pelabuhan lancar, mudah dan tidak terkena banjir rob, sehingga pelabuhan Tanjung Emas dapat optimal sebagai pendukung pembangunan perekonomian Jawa Tengah, termasuk mendukung pengembangan pariwisata Jawa Tengah.

Untuk Tahap I sendiri, modernisasi dilakukan dengan melaksanakan pembangunan Dermaga Pelabuhan Dalam seluas 3.000 M2, meninggikan Lapangan Penumpukan Pelabuhan Dalam seluas 28.000 M3, Lapangan Penumpukan eks gudang Nusantara 02 dan 03 seluas 9.000 M2 serta meninggikan Lapangan Penumpukan seluas 2,7 Ha.

Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Pelindo 3, Husein Latief, mengungkapkan selain melakukan upaya mengatasi rob, pihaknya juga melakukan investasi pengadaan 2 unit Luffing Crane.  Alat tersebut akan digunakan untuk melakukan kegiatan handling curah cair maupun kayu log.  Kedua alat itu akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan bongkar muat di Dermaga Pelabuhan Dalam.

“Investasi pengadaan alat merupakan upaya modernisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang terkait dengan Program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI),” katanya saat penandatanganan Surat Perjanjian Pemborongan (SP2) Pekerjaan Pengadaan 2 (Dua) Unit Luffing Crane Untuk Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, antara PT Pelindo III (Persero) dengan Wika-Lelangon JO selaku rekanan dalam pengadaan 2 unit Luffing Crane, Kamis (2/2). Nilai investasi yang dikeluarkan oleh PT Pelindo III (Persero) untuk mengadakan kedua alat itu mencapai 45 milyard rupiah.

Pengadaan 2 unit Luffing Crane merupakan bagian dari modernisasi Pelabuhan Tanjung Emas guna mendukung Program MP3EI terutama di koridor Jawa.  Beberapa program pengembangan telah disiapkan oleh Manajemen PT Pelindo III (Pesero) untuk menata dan memodernisasi Pelabuhan Tanjung Emas hingga tahun 2014 mendatang.

Hingga saat ini, Pelindo 3 telah melakukan investasi triliunan rupiah untuk menyukseskan program MP3EI sebagaimana dicanangkan pemerintah.  Program-program tersebut antara lain Pembangunan  Terminal Multipurpose Teluk Lamong Pelabuhan Tanjung Perak, Modernisasi Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Pengembangan Terminal Petikemas Pelabuhan Banjarmasin, Pengembangan Terminal Petikemas Pelabuhan Tenau Kupang, Pembangunan Pelabuhan Marina di Benoa dan Pembangunan Jalan Tol Nusa Dua-Ngurah Rai-Benoa.  Seperti diketahui, bahwa terdapat 3 koridor ekonomi Indonesia yang berada dalam wilayah PT Pelindo III (Persero) yakni Jawa, Kalimantan, Bali-Nusa Tenggara. (*/Rel)