2014, KCN Operasikan Pelabuhan Marunda

riyo dian

PT Karya Cipta Nusantara (KCN) yang merupakan perusahaan patungan PT Karya Teknik (KT) dan PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero, saat ini terus mempersiapkan pengoperasian Pelabuhan Interninsuler (Antar Pulau) Marunda Jakarta Utara.

Direktur Operasi KBN, Riyodian B Pratikto, menjelaskan, kesiapan KCN untuk pengoperasian pelabuhan antar pulau itu, akan dimulai 2 tahun setelah semua perizinan selesai.

“Karena itu yang tertuang dalam perjanjian kerja sama antara KT dan KBN,” ujar  Riyodian, kepada Indonesia Shipping Times, di Kantornya, baru-baru ini.

Dikatakan seluruh izin mulai dari Izin BUP (Badan Usaha Pelabuhan), Izin Mendirikan atau membangun Pelabuhan, dan sejumlah izin lainnya sudah dikantongi PT KCN.

“Jadi tinggal satu lagi yakni  Izin AMDAL(Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) dan saat ini sudah dalam proses RKL (Rencana Kegiatan Lingkungan) dan RPL (rencana Pengelolaan Lingkungan) dari Kementrian Lingkungan Hidup,” ungkapnya.

Menurut Riyodian, kalau persyaratan RKL dan RPL itu terbit tahun ini, maka berarti tahun 2014 Pelabuhan Interinsuler Marunda sudah beroperasi. “Semangat kita membangun pelabuhan interinsuler Marunda adalah sebagai pendamping Pelabuhan Konvensional Tanjung Priok, yang saat ini  sudah overload, karena keterbatasan lahan, kalau harus dilakukan pengembangan,” ujarnya.

Saat ini kata Riyodian, KCN terus melakukan reklamasi di sebelah utara KBN Marunda ke arah Laut (Utara) hingga kira-kira 200-300 meter. “Yang sebenarnya bukan reklamasi murni karena dulu lokasi Pelabuhan Interinsuler Marunda itu adalah daratan, karena terkikis (aberasi) air laut, sehingga kondisinya seperti saat ini,” ujarnya.

Pembangunan Pelabuhan Interinsuler Marunda itu sendiri, kata Riyodian, sebelumnya sudah dilakukan studi banding ke Rotterdam Port,pada beberapa tahun silam. “Sehingga Pembangunan Pelabuhan Interinsuler Marunda dinilai sangat layak,” tuturnya.

Adapun luas dari Pelabuhan Interinsuler Marunda, kata Riyodian, yang juga Komisaris PT KCN itu, belum bisa memastikan berapa hektar luasnya. “Dan yang tahu persis berapa luas Pelabuhan Interinsuler Marunda adalah manajemen KCN, “ ungkapnya.

Sesuai RIP

Ditanya soal ada ganjalan Surat Rekomendasi Pemprov DKI untuk membangun Pelabuhan Interinsuler Marunda, Riyodian mengaku tak ada masalah, semua sudah dikantongi manajemen KCN.

“Surat Rekomendasi itu mengacu para RIP (Rencana Induk Pelabuhan) sebagaimana ketentuan Undang-undang 17/2008 tentang pelayaran. Dalam RIP itu mengatur tentang boleh tidaknya serta layak atau tidaknya suatu lokasi dibangun pelabuhan, dan ternyata  Marunda sudah masuk RIP itu,”katanya.

Menurut Riyodian, keberadaan atau titik lokasi Pelabuhan Interinsuler Marunda itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 42/2011 tentang Rencana Induk Pelabuhan Tanjung Priok, yang didalamnya menjelaskan adanya Pelabuhan Interinsuler Marunda dibawah operator KCN.

“Dengan demikian tak ada masalah dengan Rekomendasi Pemprov DKI, terkait Pelabuhan Interinsuler Marunda,” tuturnya. (SAIFUL ANAM).