Dwelling Time Pelabuhan Indonesia Capai 15 hari

SIRKULASI  barang dari sejak kapal sandar di dermaga hingga keluar pintu pelabuhan (Dwelling Time) di sejumlah Pelabuhan Indonesia (Pelindo)  rata-rata pada kisaran 6 hingga 15 hari.

Dueling time itu yang relative tinggi itu terjadi pada dermaga-dermaga konvensional, dermaga yang menangani kegiatan bongkar muat general cargo.

Hal itu dikemukakan Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Indonesia National Shipowners Associations (INSA), Asmari  Hery saat ditemui Indonesia Shipping Times di Kantornya (9/02).

Menurutnya, salah satu penyebab tingginya dwelling time di sejumlah Pelindo itu dikarenakan kebijakan manajemen yang cenderung fokus pada kegiatan bongkar muat kontener.

“Selain itu, keterbatasan space dermaga juga menjadi penyebab tingginya dueling time, sehingga perlu segera ada penambahan dermaga terutama di dermaga konvensional,” ungkapnya.

Dikatakan, untuk Pelindo I, dueling time rata-rata masih 15 hari bahkan terkadang lebih. ”Kemudian di Pelindo II dwelling time relatif lebih pendek yakni hanya sekitar 6 hari saja,” ungkapnya.

Sedangkan dwelling time di Pelindo III, kata Asmari, rata-rata 14 hari. ”Dan untuk Pelindo IV Makassar, dwelling time rata-rata 10 hari,” imbuhnya.