Melongok Program Pendidikan CSR JICT

advertorial3

HINGGA saat ini, JICT telah menjalankan sejumlah program Corporate Social Responsibility (CSR). Program yang merupakan bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan itu diwujudkan dalam berbagai kegiatan, salah satunya adalah pendidikan.

Sesuai dengan tagline “We Care and We Share”, program-program yang selama ini dijalankan benar-benar disesusaikan dengan kebutuhan masyarakat. Dalam bidang pendidikan, program Rumah Belajar (Rumbel), Kelas Jauh Rumbel dan Dock School diarahkan untuk memperluas kesempatan anak-anak usia sekolah di  sekitar perusahaan dalam memperoleh pendidikan. Hal ini juga  sekaligus mempercepat pencapaian program pemerintahan dalam Millenium Development Goals (MDGs) bidang pendidikan.

Pjs. Manager Corporate Affairs (CA) JICT Galuh Nurcahyono mengatakan, JICT merasa berkewajiban untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, terutama untuk mutu pendidikan anak-anak putus sekolah.

“Dalam beberapa tahun terakhir ini JICT secara intensif mengembangkan Rumah Belajar dan Dock School untuk menjangkau masyarakat lebih luas lagi,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Rumah Belajar JICT atau yang sering disebut dengan Rumbel JICT merupakan program berbasis pendidikan non formal yang diperuntukkan bagi anak-anak putus sekolah di lingkungan masyarakat sekitar perusahaan. Sejauh ini dari hasil belajar di tempat ini sejumlah peserta didiknya telah berhasil mendapatkan ijasah kesetaraan melalui Ujian Nasional Program Paket (UNPP) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan.

“Saat ini, sudah ada tiga Rumbel JICT yaitu di Kecamatan Koja, Kecamatan Cilincing dan Kecamatan Tanjung Priok,” ungkap Galuh.

Rumbel Jarak Jauh

Melihat kebutuhan dan antusiasme masyarakat yang tinggi akan keberadaan Rumbel JICT serta upaya mencapai wilayah yang tidak terjangkau secara langsung, Rumbel JICT membuka cabang kelas jauh. Dalam konsep kelas jauh, peserta didik tetap mendapatkan kesempatan belajar meskipun mengalami kendala akses menuju Rumbel JICT pusat.

Saat ini, Rumbel JICT di Kecamatan Cilincing mengelola 5 Kelas Jauh. Cabang ke-5 dari kelas jauh tersebut berlokasi di RW 1 Marunda. Selain dihadiri Tim Corporate Secretary JICT, pada kesempatan peresmian tersebut bulan Oktober lalu, hadir pula sejumlah tokoh masyarakat Kelurahan Marunda, peserta belajar serta para pendamping belajar.

Ketua RW 01 Desa Marunda Ustadz A. Yani menyatakan masyarakat senang dan mendukung pembukaan kelas jauh ini. “Kami menilai JICT sangat peduli dengan masyarakat sekitar melalui berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan Saya berharap JICT semakin berkembang dan maju dengan dukungan masyarakat,” katanya.

Sedangkan, Rumbel JICT Kecamatan Koja mengelola 3 Kelas jauh. Selain itu, Rumbel Kecamatan Koja juga tengah memproses pengembangan Kelas Jauh di Kelurahan Tugu Selatan, Rawa Badak Selatan dan Rawa Badak Utara.

“Target kami hingga akhir tahun 2011 Rumbel JICT membuka 10 kelas jauh sehingga  CSR JICT bisa menjakau masyarakat lebih luas lagi,” ungkap Galuh.

Dock School

Selain rumah belajar, CSR JICT juga mengembangkan program Dock School. Program ini merupakan salah satu kegiatan dalam pengembangan sarana dan prasarana sekolah yang dianggap kurang layak di sekitar perusahaan. Dock School merupakan hasil kerja sama dengan sekolah atau yayasan. Tim CSR JICT bertindak sebagai pendamping sekolah atau yayasan tersebut hingga dianggap mampu berdiri sendiri.

Galuh mengatakan sejauh ini JICT telah membantu perbaikan infrastruktur sekolah, mulai dari perbaikan gedung hingga pengadaan  perlengkapan sekolah, seperti pengadaan laboratorium komputer beserta perlengkapannya, perpustakaan dan biaya operasional sekolah selama kerja sama berlangsung.

Saat ini, CSR JICT tengah melaksanakan program Dock School JICT baru di kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara. Program Dock School ini bekerjasama dengan Yayasan Al-Hidayah, Yayasan ini mengelola Sekolah MI (Madrasah Ibtidaiyah) dan MTs (Madrasah Tsanawiyah). Dan program kerjasama ini akan berlangsung selama satu tahun.

Yayasan Al Hidayah berlokasi di Komplek YUKA Tugu Jakarta Utara. Data yang diperoleh menunjukkan yayasan ini mengelola pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah dengan jumlah siswa sebanyak 240 orang serta 30 orang guru.

Seperti halnya dua unit sekolah lain yakni Dock School Attauhid dan Mutiara, di sekolah ini pun JICT menyalurkan bantuan sejumlah unit komputer, pengadaan buku pelajaran, serta tenaga pengajar untuk ekstra  kurikuler komputer dan bahasa Inggris maupun perlengkapan peralatan sekolah lainnya. Di samping itu, JICT pun melakukan renovasi terhadap gedung sekolah tersebut agar menjadi lebih layak sebagai tempat kegiatan belajar-mengajar.

Direktur Keuangan JICT, Vivano Yahya mengungkapkan kepedulian JICT dalam mengembangkan sekolah tersebut sebagai wujud keberpihakan JICT terhadap kemajuan pendidikan. Menurutnya, keberpihakan itu sekaligus sebagai pelaksanaan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) yang sudah dijalankan JICT selama ini. Sejauh ini, program CSR yang sudah dijalankan JICT antara lain pengelolaan rumah belajar, klinik kesehatan, prokasih serta pelestarian budaya.

“Kegiatan CSR yang kami lakukan selalu dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan pemikiran bahwa kesejahteraan masyarakat berpengaruh terhadap kegiatan operasional perusahaan,” katanya.  *** (Advertorial)