2014, Biaya Logistik Pelabuhan 10 %

foto ist ok

TARGET lain seputar beroperasinya Terminal Kalibaru Utara ke depan adalah mampu menekan biaya logistik pelabuhan hingga 10 persen. Seperti diketahui salah satu ’PR’ besar seputar layanan kepelabuhanan di Priok adanya tudingan terjadi biaya ekonomi tinggi, sehingga berdampak pada tingginya harga pada tataran konsumen.

Dengan suatu pembangunan infrastruktur baru seperti Terminal Kalibaru Utara diharapkan adanya penurunan biaya ekonomi pelabuhan yang cukup signifikan angkanya, dari kisaran  14-20 persen menjadi hanya sekitar 10 persen.

Menteri perekonomian Hatta Radjasa, saat menyaksikan penandatnganan perjanjian pembangunan dan pengoperasioan Terminal Kalibaru Utara di Kementerian Perhubungan belum lama inimengatakan, di tahun 2025 kelak, biaya ekonomi pelabuhan di seluruh Indonesia khususnya Pelabuhan Tanjung Priok sebagai barometer nasional, sudah harus di bawah 10 persen.

”Sehingga tak menjadi beban bagi pelaku usahya (industri) yang pada ujungnya akan membantu konsumen. Kemudian juga meneakn biaya pelabuhan hingga 10 persen tentu untuk kepentingan saudara-saudara kita di KTI (Kawasan Timur Indonesia) yang saat ini mengeluhkan tingginya biaya ekonomi di sana, akibat tingginya biasa logistik dari Kawasan Indonesia Barat,” ujarnya.

Selain itu kata Menko, bahwa kalau biaya logistik Pelabuhan bisa ditekan 10 persen, maka bisa membawa Indonesia pada peringkat 10 besar dari kekuatan ekonomi dunia.

”Untuk menuju hal itu, pada 2014 mendatang, ada target untuk Terminal Kalibaru Utara agar mampu menurunkan biaya logostik pelabuhan pada angka 10 persen. Kalau ini bisa, maka target 2025 bisa dicapai,” ungkapnya.

Bahkan dengan penurunan biaya logistik pelabguhan 10 persen, kata mantan Menteri Perhubungtan itu, maka Terminal Kalibaru Utara dan Tanjung Priok secara keseluruhan bisa mewujudkan diri sebagai Indonesia Hub Port.

”Dalam arti Indonesia tidak melulu menjadi feeder Pelabuhan Singapura, tetapi mampu mendatangkan kapal-kapal besar (mother vessel) generasi ke VI dengan kapasitas 50 000 DWT ke atas,” ungkapnya.

Untuk mencapai semua itu, tambah Menko, harus diingat bahwa betul Terminal Kalibaru Utara sebagai salah satu realisasi program MP3EI. ”Namun harus diingat  bahwa MP3EI tidak bisa berdiri sendiri, dia harus didukung program lainnya yakni Sislognas dan National Connectifity, sehingga pergerakan logistik kedepan tidak hanya tumbuh di Priok saja tetapi meliputi seluruh Nasional,” kata Ketua Umum PAN itu.

Sementara Menteri Perhubungan E.E. Mangindaan yang juga hadir menyaksikan penandatanganan Konsesi Kalibaru Utara itu mengatakan, ada hal penting lagi setelah penandatangaan Konsesi Kalibaru Utara yakni adanya garansi dari Direktur Utama PT Pelindo II, bahwa 1 Januari 2012, Terminal Kalibaru Utara sudah harus beroperasi.

”Kita akan bergabung dengan Pelindo II sehingga apa yanmg sudah kita sepakti bisa terealisasi,” ujar mantan Ketua Komisi II DPR RI itu.

Kedepan, kata Menhub, mohon dukungan dari semua pihak, para mitra yang akan terlibat langsung maupun tidak langsung dalam pembangunan Terminal Kalibaru Utara. ”Termasuk juga kepada Bapak-bapak Anggota Komsii V DPR RI  yang hadir pada kesempatan ini,” imbuhnya. (S).