Email Subscriber
ARCHIVES
- Highlights (87)
- Gateways (12)
- Cover Story (3)
- Logistics (6)
- T r a d e (1)
- Shipyard (2)
- Round Up (1)
- Indonesian Edition (13)
- Laporan Utama (6)
- Profil (5)
- Sorot (11)
- Teknologi (1)
- Info (20)
- Humor (1)
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) I Cabang Belawan, tengah mempersiapkan grand design pembangunan terminal curah cair dan Terminal peti kemas Kuala Tanjung, yang terkoneksi dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera.Utara.
Dengan pembangunan 2 terminal di Kuala Tanjung itu, bukan saja akan memacu perkembangan usaha Pelindo I, tetapi juga mengatasi persoalan delay di Pelabuhan Belawan. Dengan kata lain, 2 terminal di Kuala Tanjung itu akan mengurai kepadatan arus bongkar muat barang dan peti kemas.
Di sisi lain, dikebutnya pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai jawaban terhadap rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara yang akan menjadikan Sei Mangkei sebagai kawasan industri hilirisasi sawit, karet dan hasil perkebunan lainnya.
Direktur Utama Pelindo I, Alfred Natsir, mengatakan untuk terminal curah cair akan dibangun seluas 25 hektar dengan investasi sekitar Rp.600 Miliar. “Sebagian besar dana itu disiapkan dari dana internal Pelindo I, namun bila diperlukan kita juga akan pinjam ke Bank Indonesia,” ujar Alfred kepada Indonesia Shipping Times, belum lama ini.
Kemudian untuk TPK Kuala Tanjung, kata Alfred, untuk tahap awal akan dibangun seluas 30 hektar, dengan investasi sekitar Rp.1,6 Triliun. “Sumber dana, terbuka melalui joint investasi dengan BUMN lainnya (sinergi BUMN) yang memang berminat untuk bangun terminal petikemas,” ungkapnya.
Dalam rangka realisasi pembangunan terminal curah dan terminal peti kemas itu, menurut Alfred, saat ini masih dalam tahapan pengajuan hak konsesi kepada otoritas pelabuhan 1 (OP 1 Medan). “Sebab untuk pembangunan Container Yard (lapangan penumpukan) di Kuala Tanjung itu, akan dilakukan melalui reklamasi,” paparnya.
Alfred memprediksi, Agustus 2013, kedua terminal itu sudah beroperasi. “Karena memang sudah menjadi kebutuhan mendesak saat ini,” ujar Alfred.
Hal senada dikemukakan Asisten Corporate Secretary Pelindo I Medan, M Taufik Fadillah. Menurutnya, Pelabuhan Kuala Tanjung tersebut diharapkan mampu melayani aktivitas dari kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei. ”Saat ini desainnya sedang disiapkan, dengan panjang dermaga 200 meter dengan posisi menjorok sepanjang 2.300 meter ke arah laut. Jadi dermaganya bukan di darat tapi menjorok ke laut,” jelasnya.
Menurut Taufik, arus perdagangan diperkirakan bakal terus meningkat sehingga kepadatan di Pelabuhan Belawan setidaknya bisa berkurang, sebab pengiriman barang dari kawasan Sei Mangkei dan daerah sekitarnya sudah bisa memanfaatkan Pelabuhan Kuala Tanjung.
Dermaga Baru
Seiring dengan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung, Belawan International Container Terminal (BICT), juga terus berbenah. Guna mengantisipasi lonjakan bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas BICT manajemen Pelindo I Medan juga akan menambah dermaga sepanjang 350 meter.
Seperti dikemukakan Direktur Personalia dan Umum (Dirpum) Pelindo I, Imran Iskandar belum lama ini. Menurutnya, pembangunan dermaga sepanjang 350 meter tersebut dibiayai bantuan luar negeri.
”Dan bukan itu saja, seiring dengan penambahan dermaga di BICT juga akan ditambah alat bongkar muat seperti container crane (CC) sebanyak tiga unit dan rubber tired gantry (RTG) sebanyak 5 unit. Dengan ditambahnya tiga unit CC maka tahun ini kita punya 11 unit CC,” ujarnya.
Dijelaskan Imran, saat ini BICT sudah memiliki dermaga sepanjang 950 meter dengan selesainya sebuah dermaga baru sepanjang 100 meter baru-baru ini. Dengan ditambahnya dermaga baru sepanjang 350 meter, diperkirakan tahun 2014 BICT bakal memiliki panjang dermaga 1.300 meter.
”Dengan dermaga sepanjang itu, maka nantinya pun perlu penambahan tiga unit CC bakal ditambah 3 unit lagi sehingga menjadi 14 unit, yang semua itu untuk menangani total kapasitas BICT menjadi 1,4 hingga 1,6 Juta TEUs pada 2014 mendatang,” ujarnya.
Terkait penambahan fasilitas di BICT, M Taufik Fadillah juga berpendat penambahan dermaga, alat bongkat muat, dan perluasan lapangan penumpukan peti kemas BICT, tidak lain sebagai upaya mengantisipasi perkembangan arus bongkar muat peti kemas dan sekaligus memperlancar rencana investasi BUMN dalam mempercepat program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).
”Untuk merealisasikan penambahan fasilitas dan perluasan terminal peti kemas itu, pihaknya membutuhkan dana sekitar Rp 2,7 triliun. Dana sebesar itu akan diperoleh dari pinjaman Islamic Development Bank (IDB) yang sampai saat ini masih dalam proses,” katanya.
Meski demikian, kata Taufik, terkait rencana perluasan terminal peti kemas BICT, Pelindo I telah menyiapkan beberapa hal seperti detail engineering design, master plan dan studi amdal.
”Proyek besar yang akan dilakukan ini diharapkan mampu mengantisipasi pertumbuhan perdagangan melalui peti kemas. Saat ini kapasitas BICT hanya sebesar 850.000 TEUs dan ke depan diharapkan mencapai 1,6 juta teus” ujarnya.
- saiful anam -